contoh laporan KPL

Cara pendaftaran, Kegiatan, Tips, sampai Laporan PPL (KPL)

9:17 PM

Untuk sobat yang sudah memasuki tahun terakhir di universitas keguruan, pasti sudah mulai akrab dengan istilah PPL atau saat ini lebih dikenal dengan istilah KPL. PPL sendiri merupakan akronim dari Program Praktik Lapangan, sementara KPL merupakan akronim dari Kajian dan Praktik Lapangan. Program ini bertujuan agar sobat memiliki pengalaman berinteraksi langsung dengan siswa mulai dari persiapan perangkat, proses pembelajaran, hingga proses evaluasi. Selain itu, melalui program ini sobat juga diharapkan memahami manajemen sekolah. Agar dapat mencapai tujuan PPL/KPL tersebut, berikut saya ulas mengenai cara pendaftaran, tips, sampai laporan PPL (KPL).

  • Cara Pendaftaran
    Untuk mendaftar sebagai peserta PPL / KPL, biasanya sobat hanya perlu melakukan 2 hal berikut:
    1. Mengisi borang pendaftaran PPL/KPL universitas masing-masing (biasanya secara online).
    2. Memprogram mata kuliah PPL / KPL pada semester yang akan sobat ikui.

    Untuk melengkapi langkah nomor 1 dan 2, tentu sobat harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan pihak kampus. Biasanya (sekali lagi saya ambil contoh dari almamater saya - Universitas Negeri Malang), syarat tersebut seperti ini:
    1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif di universitas tempat sobat belajar
    2. Minimal telah menempuh 100 SKS
    3. Selama mengikuti PPL / KPL sobat hanya diperbolehkan memprogram skripsi, KKN, atau mata kuliah lain maksimum 4 SKS. Hal ini bertujuan agar kegiatan PPL/KPL sobat tidak terganggu oleh kegiatan lainnya.

    Biasanya setelah melakukan pendaftaran, sobat akan diberi rentang waktu untuk memilih sekolah tempat sobat PPL/KPL secara online juga. Nah, masalah satu ini saya sarankan jangan diremehkan. Pikirkan matang-matang sekolah yang akan sobat tuju karena bisa jadi sekolah tersebut menjadi tempat penelitian skripsi sobat.
    TIPS: Jangan terlewat tanggal pemilihan karena sobat bisa ditempatkan di tempat yang jauh dan lakukan pemilihan di waktu malam hari saat hari pertama supaya bisa memperoleh tempat sesuai keinginan
  • Kegiatan PPL
    Seperti perihal cara pendaftaran, kegiatan PPL ini juga bergantung pada kebijakan universitas masing-masing. Namun sebagai gambaran, kegiatan PPL di almamater saya - Universitas Negeri Malang terbagi menjadi 2, yaitu:
  1. Kegiatan PPL I
    PPL I merupakan kegiatan pembekalan di kampus. Pada kegiatan ini sobat akan diminta untuk membuat silabus, RPP, dan berbagai perangkat lainnya. Setelah itu, sobat akan berperan sebagai guru dengan melakukan microteaching. Durasi PPL I kurang lebih selama 2 minggu.
  2. Kegiatan PPL II
    PPL II merupakan kegiatan sobat selama menjadi guru PPL di sekolah yang telah sobat pilih sebelumnya. Di tempat ini nantinya sobat akan mempelajari kehidupan sosial dan menjalani rutinitas sebagai seorang guru. Di beberapa universitas, kegiatan PPL II ini juga mewajibkan sobat untuk melakukan Lesson Study (LS). Durasi PPL II kurang lebih selama 1,5 bulan.
Tips saat PPL / KPL
Kegiatan PPL II - saya pilih kegiatan Outdoor Learning

  • Tips Selama PPL
    Tips ini sebenarnya berkaitan dengan kelancaran studi sobat dan rencana karir sobat sebagai sorang guru. Bagi sobat yang belum mempunyai minat menjadi seorang guru karena berbagai kabar negatif yang sobat dengar, ada baiknya sobat melirik tulisan saya tentang Sudut pandang seorang guru honorer dulu sebagai gambaran. Nah, supaya sobat memperoleh keuntungan berlipat ganda saat menjalani PPL, berikut ini beberapa tips berdasarkan pengalaman yang pernah saya dan teman-teman alami:
  1. Melakukan penelitian skripsiIni nih, sekali dayung, dua tiga tugas terlampaui. hihi. Untuk bisa melakukan penelitian skripsi ini, tentu sobat sudah harus mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum semester program PPL sobat ambil, paling tidak 1 semester sebelumnya. Tips ini memang sedikit berat karena sobat harus sudah melakukan observasi, mencari dosen pembimbing, berkonsultasi dengan dosen pembimbing, dan apabila disetujui, sobat perlu berkomunikasi dengan guru di sekolah tempat sobat akan melakukan penelitian. Hal yang perlu sobat bicarakan tentunya berkaitan dengan waktu dan materi yang akan sobat teliti. Sejauh ini, beberapa teman dan kakak tingkat saya berhasil menerapkan tips pertama ini, jadi sobat jangan ragu untuk melakukan selama waktunya dirasa masih mencukupi.
  2. Observasi dan bertanya tentang permasalahan di kelas atau informasi lain
    Bagi sobat yang belum sempat menyiapkan apapun agar PPL sobat juga membawa keberkahan tugas akhir, sobat bisa melakukan progress skripsi dengan melakukan observasi selama sobat menjadi guru PPL/KPL. Harapannya, melalui observasi sobat menemukan masalah dan ide untuk memecahkan masalah tersebut. Saran saya, masalah dan ide tersebut harus bisa diterapkan di materi berikutnya supaya sobat tidak perlu menunggu 1 tahun lagi untuk meneliti materi tersebut. Selain melakukan observasi langsung, sobat juga bisa bertanya langsung pada guru untuk menemukan masalah. Beberapa informasi terbaru dari guru tentang mix and match strategi, metode, dan media belajar juga bisa menjadi inspirasi ide skripsi sobat.
  3. Bersikap baik, loyal, dan dapat bekerja sama saat PPL
    PPL nggak melulu cuma belajar mengajar dan mengejar nilai A dari guru pamong. Bagi sobat yang sudah mulai melirik-lirik bagaimana cara menjadi guru honorer di sekolah negeri maupun sekolah swasta, ada baiknya pada kesempatan untuk bersosialisasi, tunjukkan bahwa sobat adalah pribadi yang santun, mau belajar, loyal, dan dapat bekerja sama kepada guru lain juga. Dengan begitu, barangkali pas ada lowongan, akan ada guru lain yang teringat pada nama sobat.
  4. Memperluas koneksi dengan guru-guru di sekitar
    Demi kelancaran karir keguruan sobat di kemudian hari, sekali-kali sobat perlu bergaul juga dengan guru lain misal di kegiatan ekstra atau yang lainnya. Ingat, semakin banyak koneksi jaringan, semakin besar peluang sobat menerima informasi lowongan guru.
  • Laporan PPL (KPL)
    Sebagai bahan evaluasi kampus terhadap kinerja sobat selama kegiatan PPL/KPL, sobat pasti diminta untuk membuat laporan secara individu. Pengalaman saya, laporan ini berupa softfile berisi dokumen tentang:
  1. Lembar pengesahan jurnal harian
  2. Jurnal harian
  3. Perangkat pembelajaran yang digunakan
  4. Lembar pengesahan pelaksanaan Lesson Study
  5. Berita acara pelaksanaan Lesson Study
  6. Format daftar hadir pengamat dalam Lesson Study
  7. Jadwal pelaksanaan Lesson Study
  8. Format observasi pembelajaran dalam kegiatan Lesson Sudy
  9. Lembar observasi pembelajaran dalam kegiatan Lesson Study 
  10. Lesson Learned Report
  11. Dokumentasi kegiatan

    Keseluruhan format dokumen tersebut saya dapatkan dari kampus sehingga laporan PPL/KPL setiap uniersitas akan berbeda-beda. Sebagai gambaran, sobat bisa mengunduh ccontoh laporan PPL/KPL saya dengan klik link di bawah ini:
    Contoh Laporan KPL Rinda Annisaa (Contoh laporan minus dokumen nomor 3)

Sekian dulu ulasan tentang serba serbi PPL / KPL untuk sobat. Semoga bermanfaat dan lancar KPL nya calon bapak/ibu guru semua :)

cara menjadi guru honorer

Cara Menjadi Guru Honorer Sekolah Swasta

1:48 PM

Untuk sobat yang sudah membaca tips bagaimana cara menjadi guru sekolah negeri, ada baiknya juga sobat membaca tips bagaimana cara menjadi guru honorer sekolah swasta. Sebenarnya apa sih beda jadi guru honorer sekolah negeri dan sekolah swasta? Kalau menurut saya pribadi, hal itu bergantung selera ya. Ya sama seperti kalau diminta pilih lalapan bebek apa lalapan ayam gitu laah.. 👀

Selain itu, beberapa poin yang bisa saya rangkum tentang perbedaan menjadi guru honorer sekolah negeri dan sekolah swasta diantaranya:

Tabel Perbedaan Menjadi Guru Honorer Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta
*Ulasan tentang intensif guru honorer sekolah negeri bisa dibaca disini 
Tidak berbeda jauh dengan cara menjadi guru honorer di sekolah negeri, menjadi guru honorer di sekolah swasta juga kurang lebih membutuhkan kualifikasi yang sama (berdasarkan pengalaman malah lebih banyak, hehe). Langkah yang bisa mulai sobat lakukan diantaranya:

  1. Memahami karakter sekolah swasta yang sobat tuju
    Memahami karakter ini menjadi langkah penting yang harus dilakukan karena nantinya sobat akan bekerja pada instansi dengan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan karakter yayasan. Saya ambil contoh, apabila sobat ingin mengabdi pada sekolah yang memiliki misi mencetak penghafal Qur'an, maka tentunya sobat diwajibkan paling tidak bisa membaca Al-Qur'an. Di sekolah yang pernah saya ikuti proses seleksinya, saya juga pernah diminta membaca do'a Qunut sebagai salah satu tahap seleksinya. Begitupun untuk karakter sekolah lainnya.
  2. Selalu update pembukaan lowongan sekolah swasta yang dituju
    Berbeda dengan sekolah negeri, rekrutmen guru pengajar di sekolah swasta biasanya dilakukan dengan terbuka melalui siaran lowongan dan proses seleksi di waktu-waktu khusus. Untuk selalu update jadwal dan berita lowongan, sobat bisa terus pantau sosial media yayasan atau sekolah, bahkan datang langsung ke sekolah.
  3. Mempersiapkan curriculum vitae yang menjual
    Sepertinya kalau poin ini standar untuk setiap job-seeker ya, hehe. Jangan lupa sertakan aktivitas sosial, aktivitas organisasi, dan pengalaman kerja yang sobat miliki. Beberapa prestasi sobat juga mungkin akan sedikit membantu. Alasan mengapa sobat perlu menuliskan aktivitas dan prestasi yang dimiliki, bisa dibaca disini.
  4. Mempersiapkan diri dan mengikuti tahap seleksi sesuai jadwal
    Nah, setelah sobat melakukan semua hal dan tinggal mengikuti proses seleksi, jagan lupa persiapkan baik-baik kebugaran dan kesiapan materi sobat. Sebagai gambaran dari 2 sekolah swasta yang pernah saya ikuti tes seleksinya, alur seleksi setiap sekolah berbeda-beda. Di sekolah pertama, alur seleksinya meliputi:
    (1) seleksi tulis mengenai materi keilmuan dan materi keguruan (perihal pedagogik dan UU yang membahas tentang guru);
    (2) seleksi wawancara (mengenai kesiapan mengajar di sekolah tersebut) dan kemampuan di bidang agama (praktik sholat dan membaca Qur'an);
    (3) microteaching.
    Sementara di sekolah kedua, alur seleksinya hanya berupa seleksi wawancara dengan materi tentang keilmuan dan pedagogik. Tidak kalah penting, jangan sampai sobat kelupaan dan terlewat jadwal seleksi. 😓
Berikut tadi sedikit tips dari saya untuk sobat yang tengah mempersiapkan diri menjadi guru honorer di sekolah swasta. Apabila ada hal yang kurang jelas berkaitan dengan lowongan sekolah yang anda tuju, tentu anda bisa menanyakan langsung kepada pihak sekolah. Semoga bermanfaat dan sobat dilancarkan urusannya.






cara menjaadi guru honorer

Cara Menjadi Guru Honorer Sekolah Negeri

11:32 PM

Bagi para lulusan universitas keguruan, tentu saja hal terdekat yang perlu segera dilakukan untuk meraih cita-cita adalah langsung terjun ke dunia kependidikan, baik di sekolah formal negeri maupun swasta. Untuk saat ini, sobat yang baru saja dinobatkan sebagai fresh graduate of teacher student dapat mengikuti program pemerintah yakni Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

Program SM3T
Sumber foto: www.asncpns.com

Melalui program ini, sobat akan langsung terjun ke lapangan dan mengaplikasikan ilmu keguruan yang telah diperoleh selama 1 tahun penuh di daerah yang masuk ke dalam kategori 3T. Namun bagi sobat yang berhalangan untuk mengikuti program tersebut, sobat tetap bisa mengaplikasikan ilmu dengan menjadi guru honorer - saat ini disebut juga guru tidak tetap (GTT) - di sekolah-sekolah formal terdekat. Berdasarkan pengalaman yang saya alami, berikut ini Cara Menjadi Guru Honorer Sekolah Negeri.

Berdasarkan pengalaman dan cerita teman-teman, menjadi guru honorer di sekolah negeri dirasa sedikit sulit dibanding sekolah swasta. Bukan karena banyaknya kualifikasi atau hal lainnya, kesulitan tersebut dikarenkan lowongan guru honorer di sekolah negeri jumlahnya terbatas dan biasanya tidak dipublikasikan. Oleh sebab itu, berikut hal-hal yang bisa sobat lakukan untuk menjadi guru honorer di sekolah negeri:
  1. Sebar Curriculum Vitae (CV) ke setiap sekolah yang sesuai dengan jurusan studi
    Nah, bagi sobat yang sudah memiliki gelar S.Pd dan bingung mau apply CV kemana karena tidak ada lowongan, langsung saja sobat datangi sekolah-sekolah negeri yang memang ada posisi untuk sobat. Mengapa hal ini perlu dilakukan walaupun tidak ada informasi lowongan?Karena memang sebagian besar sekolah negeri tidak mempublikasikan lowongan guru kepada umum. Selain karena jumlah guru yang dibutuhkan hanya terbatas 1-3 orang saja, keterbatasan waktu dan tenaga untuk melakukan proses seleksi, dan pilihan rekomendasi terbaik juga menjadi alasan tidak dipublikasikannya info tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya sekolah akan meminta rekomendasi kepada guru-guru yang ada di sekolah tersebut atau instansi lainnya. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya sobat menyebar CV sebanyak mungkin ke sekolah-sekolah yang sesuai dengan jurusan studi sobat. Siapa tahu disitu ada rejeki.
  2. Tulis prestasi yang sekiranya memperbesar peluang untuk dipanggil
    Seperti ulasan di atas, sekolah tentu juga ingin mengambil profit melalui recruitment guru baru. Untuk menaikkan pamor, biasanya sekolah akan mengincar prestasi-prestasi bagi siswa siswinya. Nah, untuk menggapai tujuan tersebut, tentu sekolah membutuhkan guru yang tidak hanya jago urusan pedagogik, tetapi juga mampu membina siswa siswinya untuk mencapai prestasi sekaligus. Disinilah peran prestasi sobat diperlukan. Apabila sobat memiliki softskill tertentu yang telah diakui (berprestasi), tentu sekolah akan lebih tertarik untuk merekrut sobat sebagai keluarga besar sekolah tersebut. Selain prestasi, pengalaman keterlibatan sobat dalam program-program pemerintah juga masuk kualifikasi yang dicari. Yaa... itung-itung sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui laah...
  3. Mencatat nomor telepon sekolah
    Jangan lupa ketika sobat meletakkan CV, catat nomor telepon sekolah atau nomor personal yang menerima CV sobat. Walaupun di mbah Google sebenarnya juga sudah bisa tanya nomor sekolah, sobat tetap perlu jaga-jaga dengan mencatat nomor telpon untuk mempermudah proses follow up barangkali nomor yang di internet belum di-update.
  4. Jalin komunikasi dengan guru saat PPL
    Sebagai bibit yang baru menetas dan benar-benar nggak ada kenalan di dunia pendidikan, satu-satunya jalan untuk sobat memperoleh informasi lowongan guru adalah dengan menjalin kembali komunikasi dengan guru saat PPL dulu. Kalaupun di sekolah tempat sobat sedang tidak ada lowongan, sobat bisa minta kenalan guru di sekolah lain kepada guru yang sobat kenal tersebut. Mintalah informasi dengan baik-baik dan tetap santun.
  5. Sabar, ikhtiar, dan terus berdo'a
    Apabila semua hal sudah sobat lakukan dan belum juga ada panggilan, tetaplah sabar, ikhtiar dan terus berdo'a. Tunjukkan bahwa sobat adalah bibit yang optimis dan penuh harga diri dengan tidak melakukan sogokan kepada sekolah tempat anda ingin bekerja. Sambil menunggu, tentu sobat bisa tetap apply beasiswa S2, melakukan wirausaha, atau melakukan aktivitas sosial di sekitar.
Kesimpulan:
Itulah tadi hal-hal yang perlu sobat lakukan untuk mencapai impian sobat menjadi seorang pendidik sembari menunggu pengumuman tes PNS. Intinya, pengembangan diri perlu terus sobat lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di mata Tuhan. Semoga sobat segera memperoleh rejeki yang diimpikan. Salam.

gaji guru honorer

Perkenalan: Sudut Pandang Seorang Guru Honorer

9:24 AM

Halo!

Tulisan ini adalah coretan pertama saya tentang balada kehidupan seorang guru. Sebelumnya, saya mohon maaf apabila tulisan awal saya ini mungkin membuat beberapa pihak tidak nyaman. Seperti tertulis di bio, saya adalah seorang lulusan universitas keguruan negeri di kota Malang pada tahun 2015. Jurusan studi yang saya tempuh adalah pendidikan biologi. Pada saat itu, semasa saya hanya mengenal dosen, jadwal kuliah, jadwal rapat, dan deadline lomba, tidak pernah terbayang akan menjadi seorang guru dengan jabatan awal sebagai guru tidak tetap (GTT) alias "Guru Honorer".

Berita tentang rendahnya gaji seorang guru honorer adalah nomor satu dari sekian alasan saya menjadi anti-guru-honorer. Kabar bahwa seorang guru honorer kerap bekerja lebih keras dan menjadi junior dibanding rekan kerja yang sudah PNS menjadi alasan nomor dua dan nomor tiga. Sisanya, tentu saja sentimen-sentimen negatif yang kerap beredar kemudian berhembus hilang semasa saya kuliah. Lalu kenapa sekarang menjadi seorang guru honorer?

Jawabannya tentu saja harapan dan "titipan" ibu. Walau tidak benar-benar mencari tempat sebagai seorang guru (karena pada saat itu saya memang masih satu kali menaruh lamaran di sebuah sekolah yayasan untuk menggugurkan kewajiban seorang anak. hehe), rupanya Allah SWT ingin memberi saya pelajaran tentang Sudut Pandang Seorang Guru Honorer melalui pihak sekolah tempat saya PPL dulu. Seorang guru (yang kebetulan adalah mantan guru pamong PPL) di sekolah tersebut menghubungi saya dan menyampaikan kabar bahwa sekolah sedang membutuhkan seorang guru IPA. Lagi-lagi karena mindset anti-guru-honorer, komunikasi dari pihak sekolah tidak langsung saya amini. Beberapa hari kemudian, setelah meminta pendapat bapak-ibu, berdiskusi dengan ibu pengelola bimbel tempat saya mengajar, curhat dengan teman dekat dan sahabat, barulah saya menjawab iya pada pihak sekolah dengan niatan, "Baiklah, saya disini hanya satu semester. Satu semester saja". 

E e nyatanyaa... Memang, sebulan dua bulan adalah bulan awal adaptasi dengan siswa, rekan kerja, dan berbagai administrasi pendidik. Bulan-bulan berikutnya, saya mulai bisa mengikuti percakapan di ruang guru, merasakan ikatan batin dengan siswa, dan hari-hari berikutnya terasa penuh dengan ide-ide bagaimana siswa saya bisa mencapai tujuan pembelajaran. Melalui kesempatan belajar mengajar langsung di lapangan yang ternyata memasuki masa semester ketiga ini, tentu saja perlahan saya merasakan bahwa mindset anti-guru honorer saya saat itu hanyalah pemikiran dangkal yang tidak berdasar pada pengalaman. Saya mengalami perubahan sudut pandang tentang profesi seorang guru honorer. Perubahan sudut pandang tersebut kiranya bisa saya rangkum seperti ini:

"perlahan saya merasakan bahwa mindset anti-guru honorer saya saat itu hanyalah pemikiran dangkal yang tidak berdasar pada pengalaman"
  1. Guru honorer harus kerja ekstra saat mengajar
    Setelah masuk dunia ke-guru-honorer-an, nyatanya saya tidak merasa kerja seorang guru honorer itu harus ekstra banget. Ya, tergantung jatah jam mengajarnya juga kali ya. Di semester awal mengajar, saya diberi jatah 20 jam mengajar per minggu, kemudian menjadi 25 jam, dan terakhir 15 jam mengajar di semester ketiga ini. Pengalaman sih, kalo 25 jam ya ngos-ngos-an (hehe). Malah sebenarnya setelah dipikir-pikir, menurut saya sebenarnya lebih ekstra guru PNS karena beliau-beliaunya punya jatah jam mengajar minimum per minggunya. Nah, kalau yang dimaksud kerja ekstra itu adalah pada bagian mendidik karakter dan akhlak siswa, saya rasa setiap pendidik pasti punya tanggung jawab moral tersebut, nggak peduli guru tetap atau tidak tetap.
  2. Guru honorer biasanya disuruh-suruh terus sama guru PNS
    Saya termasuk salah satu korban yang termakan kabar ini pada awalnya. Tetapi setelah memasuki dunianya langsung, saya tidak pernah mengalami langsung praktik "suruh menyuruh antar guru" tersebut. Kalau dimintain tolong ya pernah. Misal yang begini nih,

    "Mbak Rinda, nanti aku ada tugas ke dinas, sampean kosong nggak jam ke 6-7? Bisa tolong piketin ke kelas 8C? Tugasnya ini mbak"

    Nah itu salah satunya. Masa iya kita nggak mau nolong? Terlebih, tugas yang diberikan rekan yang izin biasanya tugas untuk siswa merangkum atau mengerjakan soal, bukan tugas untuk kita gantikan beliaunya mengajar. Kecuali kalau dari diri sendiri berinisiatif mengajar ya nggak papa juga sih. Itung-itung amal. Hehe.
  3. Guru honorer gajinya nggak manusiawi
    Nah, masalah hajat hidup urusan perdapuran ini memang tidak bisa saya pungkiri. Perbandingannya begini, jika kita punya teman yang bekerja di sebuah perusahaan, maka mungkin gaji seorang guru honorer tidak mencapai seperempatnya. Sistem gajinya memang sedikit berbeda karena gaji yang kita terima hanya gaji seminggu dalam sebulan. Jadi begini maksudnya, misal:
    - X adalah guru honorer di kota B dengan jatah mengajar 20 jam per minggu.
    - di kota B, standar gaji guru honorer adalah Rp. 20.000,-
    - Normalnya, X seharusnya menerima gaji sebesar Rp. 1.600.000,- dengan perhitungan 20 jam x Rp. 20.000,- x 4 minggu.
    - Nyatanya, gaji yang X terima hanya akan sebesar Rp. 400.000,- dengan perhitungan 20 jam x Rp. 20.000,- x 1 minggu.

Lah, terus kemana yang 3 minggu?? Ya itung-itung amal dan pengabdian laaah... wkwkwk. Lagian, guru PNS juga tau kok kalau seorang guru honorer juga butuh tambahan jam mengajar di tempat lain untuk mencapai angka UMR. Jadi pada beberapa sekolah, baik negeri maupun swasta (termasuk sekolah tempat saya mengajar), diperbolehkan bagi guru honorer untuk meninggalkan sekolah apabila jam mengajar sudah habis.

Kesimpulan:

Menjadi seorang guru honorer tidak seseram berita-berita yang tersebar kok. Ada plus minusnya, termasuk juga kabar tentang dunia kerja guru honorer yang rentan senioritas. Well, setiap tempat kerja pasti beragam karakter orangnya, bergantung bagaimana kita bersikap. Yang paling penting saat akan menjadi seorang guru, terlebih guru honorer, selalu ingat pesan dari almarhumah ibu teman saya ini,

"Kalau mau cari uang, jangan pernah jadi guru. Guru itu bekal kerjanya ikhlas, jadi gajinya bukan pake mata uang manusia, tapi pake mata uangnya Allah"

Popular Posts

Like us on Facebook